Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Tes Interview STAFF Penerbangan

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Tes Interview STAFF Penerbangan

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Tes Interview STAFF Penerbangan

KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN DALAM TES INTERVIEW STAFF PENERBANGAN

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Tes Interview STAFF Penerbangan, Ada beberapa hal yang disinyalir sebagai kesalahan yang sering dilakukan dalam tes interview staff penerbangan sehingga harus gugur dari seleksi tersebut.

Untuk mengikuti seleksi lamaran kerja pada perusahaan maskapai penerbangan, setidaknya harus melewati rangkaian 6 tahap seleksi dan 2 diantaranya adalah tes wawancara user dan kompetensi.

Sebagian besar para pelamar yang gagal untuk diterima kerja karena membuat kesalahan pada saat menjawab pertanyaan tes wawancara. Hal ini karena ketika interview, harus berhadapan langsung dengan pihak yang sangat berpengalaman sehingga mereka bisa melihat dan menilai kejujuran peserta dalam menjawab setiap pertanyaan.

Kebanyakan para peserta yang mengalami kegagalan karena tidak mau belajar tentang perjalanan perusahaan atau historinya sehingga tidak bisa menjelaskan tentang profil perusahaan secara terperinci.

Tentu saja sebuah perusahaan tidak akan menerima peserta tes yang tidak memiliki pengetahuan tentang company profile. Hal ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan dalam tes interview staff penerbangan karena tidak memiliki persiapan yang matang.

Kesalahan yang kedua adalah menjelaskan profil perusahaan dengan bahasa Inggris dengan tidak lancar sehingga pronuncationnya tidak jelas. Selain itu, banyak kalimat pengucapannya yang salah menurut aturan grammar.

Kesalahan ini memang berasal dari para peserta sendiri yang tidak mau mencari informasi dari orang yang sudah pernah wawancara seleksi staff penerbangan sehingga bisa mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan pada seleksi wawancara.


Tes Interview STAFF Penerbangan

Untuk seleksi yang ke 6 atau terakhir adalah wawancara kompetensi yang merupakan selangkah lagi agar bisa diterima sebagai staff penerbangan. Sebenarnya wawancara ini sangat fair dan suasana kondusif serta menyenangkan karena pihak yang melakukan wawancara adalah seorang psikolog, jadi pasti tidak galak orangnya.

Namun sang psikolog mampu membuat para peserta gagal fokus dengan pertanyaan yang kadang menggunakan bahasa Indonesia dan berganti dengan bahasa Inggris.

Sebenarnya sang psikolog hanya ingin menguji kemampuan bahasa Inggris para peserta. Jika selama wawancara tersebut para peserta merasa kebingungan, maka bisa dipastikan kemampuan bahasa Inggrisnya jelek dan bisa dipastikan 80% tidak lolos seleksi.

Recommended For You!  Berapakah Gaji AVSEC Bandara Per Bulan Tahun Ini

KKesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Tes Interview STAFF Penerbangan sebenarnya hanya masalah kelengahan dari para peserta yang tidak teliti dalam mengantisipasi pertanyaan yang akan diajukan.


Artikel Terkait

 

 

Jika Bermanfaat Share Artikel Ini Yaa..

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Message Us on WhatsApp